Bunda PAUD Way Kanan, Ikuti Webinar Terkait Pendidikan Anak Usia Dini Adaptasi Masa Pandemi bersama KAHMI

Diposting Oleh : Admin Kabupaten | Tanggal Posting :29 Juni 2020 | Sudah Dilihat : 182 Kali Dilihat

Bunda Paud Way Kanan, Hj. Dessy Afriyanti Adipati, Bersama Ketua GOPTKI Way Kanan, Vorian Melita Saipul, Kepala Dinas Pendidikan, Usman Karim JAB. S.Pd, M.M dan Ketua KAHMI, Indra Zakaria Rayusman, S.H.,M.H melakukan Webinar terkait Pendidikan Anak Usia Dini Adaptasi Masa Pademi Bersama KAHMI, Senin (29/06/2020)

Pada Webinar Kali Ini Mengangkat Tema Dialog Ramik Ragom Pendidikan Anak Usia Dini Adaptasi Masa Pandemi yang menghadirkan Prof. Dr. Hj. Siti Patimah., M.Pd Guru Besar Manajemen Pendidikan Islam, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung Sebagai Pemateri

Ketua KAHMI, Indra Zakaria Rayusman mengatakan Tema yang diambil dalam dialog kali ini adalah Pendidikan Anak Usia Dini Adaptasi Masa Pandemi, sengaja diambil karena bertepatan juga dengan hari keluarga nasional, mengingat pendidikan usia dini ini merupakan posisi yang sangat strategis bagi ketahanan keluarga dan ketahanan nasional, karena keluarga adalah sistem yang makro yang sangat mempengaruhi dari sistem yang besar dalam masyarakat, kita barharap dialog kali ini dapat memberikan masukan dan trobosan-trobosan bagi pemerintah daerah maupun guru-guru terkait pendidikan usia dini dalam beradaptasi dalam masa pandemi seperti saat ini

Pada kesempatanBunda PAUD Way Kanan menjelaskan Bunda Paud adalah sosok Ibu bagi anak-anak ditempat mereka pada usia dini yang berperan dalam mencerdaskan anak-anaknya sekaligus mendidiknya menjadi anak-anak yang mempunya akhlak yang mulia

Bunda Dessy juga menyampaikan kedisiplinan anak-anak, merupakan tanggung jawab orang tua, dan juga guru. Mari kita bersama-sama untuk mendidik anak agar disiplin dan bertanggung jawab, serta kita pastikan kesehatan mereka. Baik di rumah maupun di sekolah

“Hari ini juga bertepatan denganHari Keluarga Nasioal untuk itu kepada orang tua mari kita bertanggung jawab kepada anak-anak kita, pastikan mereka sehat, karena ini bukan hanya tanjung jawab sekolah dan guru tapi juga tanggung jawab kita bersama agar anak-anak kita dapat kembali sekolah, belajar dan bermain namun tetap sehat” Ajak Bunda Paud Way Kanan

Prof. Dr. Hj. Siti Patimah., M.Pd menyampaikan menurut para ahli ada beberapa macam tipe-tipe anak antara lain adalah, Anak Bola Besi, Anak Bola Kaca dan Anak Bola Karet

Anak Bola Besi sendiri adalah anak yang dibesarkan dengan kekerasan, seperti terbiasa menerima cubitan dan pukulan, sering di abaikan dan protesnya sering tidak didengarkan. anak bola besi seperti ini cendrung tumbuh dengan dorongan melawan dan tidak peduli dengan perasaan, dan bila jatuh dia dapat merusak hubungan dan menghacurkan ketenangan.

Anak Bola Kaca adalah anak yang dibesarkan dengan berbagai kemudahan, mau makan mudah, mau sekolah di antar, semua dilayani dengan sangat baik, di hindarkan dari kesulitan dan tidak merasakan kesedihan sama sekali, ibunya terlalu menjaga dengan baik. anak bola kaca seperti ini cendrung tumbuh menjadi orang yang rapuh, konsep dirinya tidak utuh seperti bola kaca yang akan pecah berkeping-keping ketika jatuh

Kemudian Anak Bola Karet adalah Anak yang kita percaya memiliki kemampuan, orang tuanya begitu percaya dan diberikan kemandirian, diberikan kesempatan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan dan bertahap diberikan tantangan-tantangan serta dibimbing dijaga dan diberikan contoh, dia dipercaya di keluarga dan  dilingkungan serta didengar saat dia mengeluh dan juga disemangati saat berpeluh anak yang seperti bola karet akan tumbuh kuat dalam menghadapi cobaan-cobaan, semakin diberikan tantangan akan semakin berkembang

untuk itu kita sebagai pendidik anak diharapkan dapat memilih anak seperti apa yang akan kita pilih apakah bola besi, bola kaca atau bola karet itu sangat tergantung dari kita sebagai orang tua, guru dan kita yang menciptakan lingkungan sekitar anak kita

Prof. Dr. Hj. Siti Patimah., M.Pd juga menyampaikan yang paling bertangung jawab atas berhasil atau tidaknya sebuah lembaga pendidikan anak, yang pertama adalah tanggung dari keluarga, karna ayah, ibu dan rumah merupakan pendidikan yang pertama dan utama dari anak. kemudian disusul dengan lembaga pendidikan sekolah dan masyarakat, kenapa masyarakat juga bertanggung jawab, karena masyarakat juga membentuk lingkungan dari anak

Kepala Dinas Pendidikan Way Kanan, Usman Karim JAB. S.Pd, M.M Menjelaskan kata kunci daripada prinsif kebijakan pendidikan dimasa pandemi covid-19 adalah kesehatan dan keselamatan anak didik, tenaga pendidik, keluarga dan masyarakat merupakan prioritas utama dalam menetapkan kebijakan pembelajaran

Standar operasional Prosedure dalam kesiapan lembaga dalam melaksanakan kegiatan pendidikan dimasa pandemi antara lain adalah menyediakan fasilitas sanitasi dan kebersihan (Toilet dan Cuci Tangan) kemudian Akses Pelayanan Kesehatan (Ruang UKS dan Akses Bidan Klinik/Kampung), Kemudian Wajib Memakai Masker untuk Siswa dan Pendidik, Memiliki ThermoGun, dan Membuat Kesepakantan Bersama Komite Sekolah dan Orang Tua.

Rencana Pembelajaran dilakukan secara bertahap sesuai dengan agenda masa transisi masing-masing yang telah mengacu pada SOP yang terbagi menjadi 2 fase yaitu masa transisi dan masa kebiasaan baru

Masa Transisi selama 2 Bulan dengan SOP selalu memakai masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Menjaga Jarak, dalam kondisi sehat  atau tidak sedang comorbid dan tidak ada gejala covid-19

Masa Kebiasaan baru merupakan masa dimana selama 2 bulan lembaga pendidikan dan anak-anak didiknya telah dapat melakukan kebiasaan sesuai SOP yang ditetapkan

Kepala Dinas Pendidikan Juga menyampaikan apabila pada masa fase transisi terdapat gejala dan lembaga tidak melakukan tahapan sesuai dengan SOP, maka pembelajaran akan dilakukan secara Daring Kembali

Penulis : Deny Kesuma
Foto : Dicy / Dokumentasi Pimpinan

 

Komentar