Paripurna Istimewa Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI

Diposting Oleh : Admin Kabupaten | Tanggal Posting :16 Agustus 2019 | Sudah Dilihat : 192 Kali Dilihat

Bupati H. Raden Adipati Surya, S.H.,M.M didampingi Wakil Bupati DR. Drs. H. Edward Antony, M.M mengikuti Rapat Paripurna Istimewa agenda Mendengarkan Pisato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam Rangka Hari Ulang Tahun Ke-74 Republik Indonesia Tahun 2019 di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Way Kanan, Jum’at (16/08/2019).
Pada rapat yang dipimpin oleh Ketua DPRD Nikman, S.H itu dihadiri pula oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Sekretaris Daerah Kabupaten Saipul, S.Sos.,M.IP, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, Inspektorat Daerah Kabupaten, Sekretaris DPRD, Satuan Kerja Perangkat Daerah, Bagian Sekretariat Daerah Kabupaten, Instansi Vertikal, RSUD Zainal Abidin Pagar Alam, Sekretaris Korpri, Camat Se-Kabupaten Way Kanan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Hj. Dessy Afriyanti Adipati, Ketuan Dharma Wanita Persatuan Vorian Melita Saipul, Ketua Organisasi Wanita lainnya serta para Tokoh di Kabupaten Way Kanan.

Dalam Pidato Kenegaraannya, Presiden Ir. Joko Widodo yang mengenakan Pakaian Adat Suku Sasak Nusa Tenggara Barat itu menyampaikan beberapa hal penting diantaranya mengajak kita semua untuk meneguhkan semangat para pendiri bangsa. Indonesia adalah seluruh pelosok tanah air dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Pulai Rote. Untuk itu pembangunan yang dilakukan harus terus dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat di seluruh pelosok Nusantara.
“Saya yakin jika kita sepakat dengan satu visi Indonesia Maju kita mampu melakukan lompatan kemajuan, lompatan untuk mendahuluan kemajuan bangsa lain. Sebagai Kepala Negara yang merangkap Kepala Pemerintahan, sebagai Presiden dalam sistem Presidensial yang dimandatkan konstitusi, Saya mengajak kita semua untuk optimis dan kerja kerasa. Dan Sayalah yang memimpin lompatan kemajuan kita bersama”, ujar Presiden Joko Widodo.
Pada pidatonya juga disampaikan bahwa Indonesia tidak takut terhadap persaingan. Persaingan dihadapi dengan kretivitas, inovasi dan kecepatan yangn dimiliki. Tidak ada pilihan lain selain terus berubah. Cara-cara lama yang tidak kompetitif tidak bisa diteruskan. Strategi baru harus diciptakan dan cara-cara baru harus dilakukan, tetapi cukup hanya lebih baik dari sebelumnya tetapi harus lebih baik dari yang lainnya.

“Kita tidak cukup hanya lebih baik dari sebelumnya. Tetapi kita harus lebih baik dari yang lainnya. Baik dalam kompetisi global yang ketat berebut pengaruh berebut pasar berebut investasi. Kita harus lebih cepat dan lebih baik dibandingkan negara-negara lain. Kita harus lebih cepat dan lebih baik dibanding negara-negara tetangga. Investasi harus membuka lapangan kerja harus baru dan menguntungkan bangsa. Kontribusi pada perdamaian dunia harus kita lanjutkan. Kontribusi pada kesejahteraan dunia harus kita tingkatkan”, lanjutnya.
Diakhir pidato kenegaraannya, Joko Widodo juga mengatakan bahwa orientasi kerja pemerintahan, orientasi kerja birokrasi pelaksana, orientasi birokrasi pengawas haruslah orientasi pada hasil. Realisasi anggaran bukan diukur dari seberapa banyak anggaran yang telah dibelanjakan tetapi diukur dari sebebrapa baik pelayanan kepada masyarakat, seberapa banyak kemudahan diberikan kepada masyarakat.
“Organisasi yang tumpang tindih fungsinya harus digabung. Untuk itu jumlah organisasi dan jumlah aparat yang tidak efisien dan tidak relevan harus mulai dipangkas. Kita tidak kompromi aparat yangn tidak melayani dan tidak turun kebawah harus segera dirubah. Kita mencari aparat yang selalu menebarkan optimisme yang melakukan smart shorcut yang sepenuh hati melayani masyarakat”, tutupnya yang juga meminta izin dan dukungan dari Bapak Ibu Anggota Dewan, para sesepuh dan tokoh bangsa terutama dari seluruh rakyat Indonesia untuk memmindahkan Ibu Kkota Negara Indonesia ke Pulau Kalimantan. Ibu Kota juga representasi kemajuan bangsa. Dan demi terwujudnya pemerataan dan keadilan ekonomi serta demi visi Indonesia Maju, Indonesia yang hidup selama-lamanya.

 

Penulis : Fitria Wulandari

Editor : Edward Apriadi

Photo : Nurdin / Humas Pemda

Komentar