Wabup Ali Rahman Hadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2021

Diposting Oleh : Admin Kabupaten | Tanggal Posting :24 November 2021 | Sudah Dilihat : 78 Kali Dilihat

Wakil Bupati Drs. Ali Rahman, M.T menghadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2021 secara tatap maya, Rabu (24/11/2021) di Ruang kerja Wakil Bupati Pemkab Way Kanan bersama Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah.

Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2021 yang mengusung tema “Bangkit dan Optimis Sinergi dan Inovasi untuk Pemulihan Ekonomi” itu mengupas tuntas Prospek Perekonomian dan Arah Kebijakan 2022 oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo serta arahan dari Presiden RI memasuki Tahun 2022.

 

Pada acara yang digelar secara virtual dan diikuti pula oleh Gubernur BI Perwakilan seluruh Indonesia dan para Pemangku Kepentingan, Presiden Joko Widodo dalam arahannya menyampaikan langkah Indonesia untuk mendorong pemulihan ekonomi melalui reformasi structural, diantaranya penghentian ekspor komoditas bahan baku tambang. Dimana setelah stop ekspor nikel, maka direncanakan akan dihentikan ekspor raw material bauksit, tembaga hingga timah sehingga dapat memberikan nilai tambah pada ekspor RI.

Sebelumnya, dalam sambutannya, Gubernur BI Perry Warjiyo memperoyeksi pemulihan ekonomi akan terjadi pada Tahun 2022. Hal tersebut turut mempengaruhi transaksi ekonomi keuangan digital. Bank sentral memperkirakan transaksi perbankan digital tmbuh lebih fantastis yakni mencapai Rp 48.000 Triliun atau meningkat sebesar 21,8 persen dibandingkan 2021. Ekonomi keuangan digital meningkat pesat pada Tahun 2022 (transaksi) e-commerce mencapai Rp 530 Triliun, uang elektronik Rp 337 Triliun, perbankan digital banking lebih dari Rp 48.000 Triliun.

 

Disampaikan pula, pemulihan ekonomi tahun 2022 akan berjalan lebih seimbang di ranah global, seiringn meredanya Covid-19, pembukaan sektor tertentu, dan realisasi beberapa stimulus kebijakan moneter Bank Indonesia. Bank Sentral memproyeksikan pertumbuhan ekonomi akan mencapai 4,7 – 5,5 persen pada Tahun 20222. Di Tahun 2021, ekonomi diproyeksi tumbuh 3,4 -4 persen. Sinergi dan inovasi, kunci untuk bangkit dan optimis. Ekonomi Indonesia akan pulih Tahun depan, inilah semangat BI untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, OJK, LPS dan perbankan.

Selain itu, Bank Sentral juga memproyeksi konsumsi dan investasi meningkat, didukung vaksinasi, pembukaan sektor ekonomi, dan stimulus kebijakan. Vaksinasi dan pembukaan kembali sektor ekonomi menjadi prasyarat utama ekonomi akan tumbuh. Vaksinasi dan pembukaan fokus pada 24 subsektor prioritas, diantaranya makanan dan minuman, industri kimia, otomotif karet, logam dasar, kertas, TPT dan alas kaki serta UMKM.

 

Penulis : Fitria Wulandari

Photo : Ari / Dok. Pim

Komentar